Bukan sekadar rumah makan, tetapi ruang untuk pulang. Di setiap masakan, ada kenangan. Di setiap aroma, ada cerita.
Masakan Ibu berangkat dari dapur kecil yang penuh kesabaran. Dari wajan yang sama, dari ulekan yang sama, dari resep yang tidak pernah ditulis, hanya diingat.
Kami percaya bahwa masakan nusantara tidak diciptakan untuk terburu-buru. Ia dimasak dengan waktu, dengan rasa, dan dengan niat baik.
Tanpa bumbu instan. Tanpa jalan pintas. Rasa apa adanya seperti di rumah.
Masakan kami terinspirasi dari berbagai daerah nusantara.
Belanja pagi, masak siang, habis sore. Begitulah seharusnya.
Rendang dimasak perlahan hingga bumbu meresap sempurna.
Kuah santan lembut dengan rempah ringan khas rumahan.
Disajikan panas dengan sambal ulek dadakan.
Menu berganti setiap hari sesuai bahan terbaik yang tersedia.
Tidak ada masakan yang dipercepat. Semua melalui proses. Dari menumis, menunggu, mencicip, hingga memastikan rasa seimbang.
Karena bagi kami, makanan bukan hanya untuk mengenyangkan, tapi untuk menghangatkan.
Masakan Ibu membuka pintu untuk siapa saja yang rindu makan tanpa tergesa.